Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barangsiapa yang tidak berpegang teguh pada ajaran agama maka tidak layak menyandang sebagai pemeluk agama. Seseorang yang tidak memegang komitmen dalam menjalankan nilai-nilai keislaman tidak patut mengaku sebagai muslim sejati. Dengan kata lain, hakekat beragama islam tidak hanya sebuah pengakuan tapi harus ditunjukkan dengan berpegang teguh kepada ajaran islam dalam mengarungi kehidupannya.
Secara bahasa, islam berasal dari kata aslama yuslimu islaman yang bermakna tunduk, patuh dan menyerahkan diri. Sebagai konsekwensinya, seorang muslim harus selalu tunduk patuh dan berserahdiri terhadap Allah SWT dengan mengerjakan semua ajaran yang diperintahkn-Nya dan menjauhi sagala larangan-Nya. Maka tidak layak disebut muslim jika seorang menentang, menyimpang dan melawan terhadap Allah SWT dengan mengesampingkan ajaran-ajaran-Nya.
Ada sebagian pakar bahasa menegaskan bahwa kata islam berasal dari kata salima yang bermakna menyelamatkan, menentramkan dan mengamankan. Dengan demikian, seorang muslim harus menyelamatkan, mentramkan dan mengamankan orang lain baik dari perkataan maupun perbuatannya. Sangat tidak tepat disebut seorang muslim jika suka mengganggu, meyakiti, meresahkan dan menimbulkan kekacauaan di tengah masyarakatnya.
Berpegang teguh terhadap ajaran agama merupakan perintah yang sangat penting dari Allah SWT dan Rasul kepada umat ini. Allah SWT berfirman : dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (QS. Ali Imran)
Rasulullah SAW bersabda : Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. kalian tidak akan sesat selama berpegang dengannya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah SAW. (HR. Muslim)
Bahkan Allah mengingatkan pentingnya berpegang teguh kepada ajaran agama hingga ajal menjemput. Hai orang-orang beriman, bertakwallah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya ; dan janganlh sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam. (QS. Ali Imran : 102)
Berpegang teguh terhadap ajaran agama memang bukan perkara mudah. Apalagi di akhir zaman yang semakin banyak hambatan, gangguan dan rintangan yang mengiringinya. Rasulullah telah mengingatkan kepada kita semua. Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah SAW bersabda : “Akan tiba suatu masa pada manusia, di mana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi)
Dengan redaksi yang berbeda, Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah SAW bersabda : “Celakalah orang-orang Arab, yaitu keburukan yang benar-benar telah dekat; fitnah ibarat sepenggal malam yang gelap gulita. Pagi hari seseorang masih beriman, sorenya telah berubah menjadi kafir. Kaum yang menjual agama mereka dengan tawaran dunia yang tidak seberapa. Maka, orang yang berpegang teguh pada agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Ibnu Hajar al-Haitsami, Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid, juz VII, hal. 552)
